Postingan

Jika Amal Kita Berbau

Gambar
Coba bayangkan... Coba bayangkan... Jika seandainya amal perbuatan kita berbau, akan seperti apakah bau kita? apakah harum semerbak, wangi, menyegarkan seperti parfum yang selalu kita pakai? ataukah bau busuk yang tercium, sebau bangkai binatang, sehingga membuat orang-orang disekitar kita pergi menjauh dari hadapan kita? bau manakah yang saat ini pantas untuk kita...?? "in ahnsantum ahsantum li anfusikum. Wa in asa'tum falahaa..." "Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kebaikan itu adalah untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri (pula)" (Al-Isra' 17: 7)

Segurat Rasa

Gambar
dan sampai detik ini,  aku masih belum dapat menemukan kata-kata yang tepat... karena sejujurnya aku tak yakin,  ada kata yang mampu mewakili apa yang kini kurasa... pun, keberanianku masih sangat kerdil... sungguh sangat kerdil... ah, seandainya kau mampu membaca hati...    

One thing called: ETOS

Gambar
Jika kurunut kembali perjalanan hidupku selama 22 tahun kebelakang, tak terhitung banyaknya pengalaman-pengalaman maupun kisah-kisah yang sedikit-banyak telah menjadi semacam “reaktor” sehingga membuat diriku menjadi seperti sekarang ini. Di antara begitu banyak pengalaman-pengalaman tersebut, salah satu pengalaman yang paling melekat di dalam ingatanku, dan telah menjelma menjadi sebuah motivasi terpendam setelah aku melewatinya adalah: masa-masa 3 tahunku di dalam suatu tempat bernama beastudi etos.  ===== 0 ===== Sekejap langsung kubuka mataku saat sayup-sayup kudengar suara adzan subuh di telingaku. Saat itu aku sedikit canggung menyadari saat terbangun, aku sedang berada di dalam sebuah kamar yang asing buatku. Ya, itulah malam pertama aku tinggal di dalam asrama beastudi etos. Dan dari sana lah aku memulai pengalaman 3 tahun penuh cerita, bersama orang-orang hebat di dalamnya. 

Dumai, I'm in Laugh...!! (part 1)

Gambar
Jam sudah menunjukkan pukul 19.20 wib. Aku masih menunggu kawan-kawanku yang sejak tadi tidak juga muncul batang hidungnya. Pandanganku tak lepas dari taksi-taksi yang lalu lalang di depanku, sambil berharap salah satu dari taksi itulah yang mengangkut Ocim, Eri dan Andri dari kost mereka. Sudah sejak satu jam yang lalu aku duduk sendirian di lobi bandara internasional Adi Sucipto. Dan sejak satu jam yang lalu pula seharusnya kami sudah check in untuk bersiap-siap terbang menuju Dumai. Padahal aku masih ingat betul, kami sudah bersepakat untuk berkumpul di bandara pukul 18.00 tepat. Sudah sejak dari tadi ku sms mereka bertiga, namun tak satupun membalas. Sudah kucoba telpon pula mereka bertiga, berkali-kali, namun tak satupun telponku yang diangkat.  Seketika aku merasa sangat kesal kepada mereka bertiga. Apa mereka bercanda? Kenapa mereka tak merespon smsku? Kenapa tak ada satupun yang mengangkat telponku? Kurang ajar betul!.  Pikiran-pikiran negatif mulai ...

Moon Over My Obscure Little Town

Stranger Stranger Someone stranger Standing in a mirror I can't believe what I see How much love has been taken away from me My heart cries out loud Every time I feel lonely in the crowd Getting you out of my mind Like separating the wind from the cloud afraid afraid I'm so afraid of losing someone I never have Crazy, oh, crazy Finding reason og my jelously All I can remember When you left me alone Under the moon over my obscure little town As long as I can remember Love has turned to be as cold as December ~A.H.~Padang Bulan~

Balada Seorang Pria (Part # 2)

Gambar
Sebenarnya, selain alasan yang kukemukakan pada bagian awal dari tulisan ini, ada satu lagi alasan yang membuatku enggan untuk berpacaran. Alasan yang kutemukan seiring dengan berjalanannya waktu. Alasan yang membuatku bisa bertahan dari berbagai godaan yang datang. Alasan yang membuatku lebih memilih untuk menjawab “tidak”, saat mereka menyatakan keinginannya untuk memilikiku. Alasan yang bisa membuatku bertahan saat virus merah jambu itu datang, menelusup ke dalam jiwa, mencoba menguasai akal, hati dan pikiranku. Hmm, mungkin kalian sudah tahu jawabannya. Yah, sepanjang pengetahuanku, agamaku Islam, tidak mengijinkan pemeluknya untuk menjalin hubungan spesial dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Walaa taqrabuzzinaa. Dan janganlah kalian mendekati zina.  Ah, kurasa tak perlu kujelaskan panjang lebar lagi. Percayalah kawan, apapun yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan, itulah yang terbaik untuk kita. Tak terkecuali untuk urusan pacaran. Aku yakin, semua larangan yan...

Balada Seorang Pria (Part # 1)

Gambar
Selama kurang lebih 22 tahun aku menjalani hidup, tak pernah sekalipun aku menjalin sebuah hubungan khusus -dengan seorang wanita- yang entah sejak kapan telah menjadi sebuah menu khusus bagi sebagian besar anak muda zaman sekarang. Pacaran, istilah trennya. Bukan karena tak ada satupun wanita yang tertarik padaku kawan, bukan itu. Tidakkah kalian lihat di sana mereka sedang mengantri untuk mendapatkan perhatianku? Ah, tidak. Lupakan. Bukan pula karena aku mempunyai kelainan dengan menyukai sesama jenis. Bukan itu. Sederhana saja kawan. Aku hanya tidak memiliki sebuah syarat wajib yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin berpacaran. Modal. Ya, modal. Aku yakin kalian semua tahu kawan, siapapun ia, sepas-pasan apapun tampangnya, kalau ia memiliki dompet yang tebal, bisa dipastikan akan ada wanita yang mau dengannya. Walaupun tak bisa dipungkiri hanya terbatas pada mereka, para matrewati. Namun bagaimanapun juga, setidaknya ia telah berhasil merasakan yang namanya pacaran. Ya...